20200409

Surfing Trip Part 1

Nak dijadikan cerita, it all happened because of (again), a heartbreak. A heartbreak after a heartbreak, a never ending shits for me kononnya. But maybe, it is just me. Mengada-adakan benda yang takda. Melangkah ke garisan yang diri sendiri telah lukis. Menggapai sesuatu yang diri sendiri telah campak jauh-jauh. Sampai akhirnya diri sendiri juga yang menanggung. Manusia sekarang memang jahat. 

Tapi apa-apa pun, our decision is the destination whether its planned or unplanned. Things happened and I'm so glad I am here right now. At this moment. 



Tergerak hati entah macamana started from an emotional stories and someone replied with, 

"Takmau stress stress. Jom surfing."

Surfing was always been in my bucketlist. Cuma takut-takut sebab tak reti seimbangkan badan macam seimbangkan hidup yang masih terumbang-ambing. Dalam masa yang sama, adik balik kejap from Wellington katanya she needs something tropical, beach, buah kelapa sambil bunga sisip tepi telinga. Dasar millenial. 

Mat saleh kata, unplanned moment always the best moment. It is. Random plan with my Royal Belum girls to go beach trip, tiba-tiba rasa nak pergi Cherating. So seorang Nisa yang random ajak lah gadis-gadis termasuk adik tersayang.


Aku pasti, aku yakin aku telah lakukan sesuatu yang luar biasa baiknya sampai dikurniakan oleh gadis-gadis ini. Betul, setiap perjalanan memang membawa kita untuk kenal dengan seseorang yang tanpa sedar memang selalu ada. Ikut si bajingan, tiba-tiba dapat satu bilik yang satu kepala. Nikmat mana yang nak didustakan? Lagi-lagi bila dalam kepala asalnya enggan berhubung dengan orang lain. Punya ego dan malas tu. Well, if you read my previous post about Royal Belum, my nawaitu untuk kesana cuma mendambakan rasa ketenangan seorang diri tak melibatkan sesiapa. Tapi siapa sangka kan, ketenangan mempertemukan kami. Nurul, Tira, dan Bella yang tiada dalam gambar.

We sing, we dance, bakar satay ikan sambil Syahir memetik gitar lagu-lagu favorit. Diikuti dengan seorang foreigner yang memegang bir lalu bertanya tentang hidup bersaksikan unggun api tepi pantai Kampung Cherating.

"Why do you think we meet some people at times? Do you think we are meant to meet those people or it is just because we coincidentally see them at the same place? Don't you think it has a reason?"

Well, whoever guy you are, I think we don't meet people by accident but it meant to cross our path. Or maybe their path we wouldn't know. For sure, I think it has a reason whether its a blessing or a lesson. Unexpectedly.


Soalan ringan yang buat kau terfikir. Apa tujuan kau hidup sebenarnya? Adakah untuk bertemu dengan orang lain? Mungkin ini sebabnya, Islam itu mudah. Segalanya sudah tercatat. 

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." 

(An Nisa: 1)

Bukan cuma berpasang-pasangan malah dengan haiwan, tumbuhan, alam sekiar. Masya Allah. Sampai sekarang semua tak tersampai dek akal. Segala sebab-sebab baik atau buruk yang jadi, aku tak pernah menyesal sedikit pun. Syukur secukup-cukupnya. 



Masih ingat, mata memang tak boleh menipu. Tanda-tanda kelam bawah mata. I still remember when I cry inconsolably over something the jerk had done but he didn't even flinched. That jerk didn't even  try to apologize instead twisted it around to be my fault. Yes, that time I need to take my time. To reset everything back, but this time, with these girls around. 

Nurul yang harus terbang keliling dunia after christmast, Tira yang harus ada memerah mental dalam lab, masing-masing dengan tanggungjawab dunia masing-masing demi sesuap nasi, dua hari satu malam yang siapa sangka membawa Nisa to another adventure. 



Tuhan Maha Merancang. All my favourites are in one place. Cozy, internet-access cafe with hot barista, dessert cafe full with cream puff originally made by a French who got married with a local, a tie-dye work station handmade, even nasi campur/nasi minyak with ayam pedas that opens at 12am until 6am (yes cheers to no more midnight cravings) and ofcourse, a beach soccer. Kamu-kamu semua akan faham macamana seorang Nisa boleh redah pergi Cherating tanpa kenal siapa-siapa tapi boleh duduk sampai tiga minggu. Three freaking weeks, with short cash. 



Who would imagined I am here. Checking out one of my 51 bucketlist. Semua berlaku disebabkan seorang Nisa yang degil. Sampai harus menjual baju handmade tie-dye buat ongkos balik Shah Alam. Segala untung yang ada memang cukup-cukup untuk hidup selama tiga minggu. Tapi tak pernah rasa kurang. Rezeki memang datang dari pelbagai ruang. Sesempit-sempit ruang. 

The world is full of nice people, if you can't find one-- be one. Kebaikan yang tak perlu ada kerana wang ringgit semata, kebaikan yang tak perlu berjuta followers Instagram. Tapi kebaikan yang ikhlas dari hati. And again, I really sure I did a very nice thing to deserve these nice used-to-be-strangers and now I can count on as family. As good friends. 

Diberi tumpang tempat tinggal, diberi makan minum sama-sama. Dua hari satu malam yang Lillahi Taala membukakan mata seorang Nisa sampai takdir membawa kenangan ini untuk cerita-cerita seterusnya. Tak sabar untuk Part 2. Hehe.




Asalnya cuma nak cuba-cuba. Asalnya cuma nak checked kotak must-do list before I die. Dari yang asal-asalan jadi sesuatu yang nisa nak buat sampai bila-bila. Not a pro, but I don't mind spending one day sampai hitam legam asalkan dapat rasa suatu ketenangan bila bermain dengan papan luncur dan ombak.

Siapa sangka kali pertama main redah seorang Nisa buatkan nisa decide untuk datang lagi. Hujung 2019 baru nak mulakan langkah. Wait for it. Cerita surf tiga minggu nisa harus diwar-warkan sebab hal yang baik mesti dikongsi.

Life is wonderful. It really is.